GEDUNG SDN 4 CEPOGO

tampak dari depan

RIZKA

Penampilan pildacil dalam acara perpisahan kelas VI

Bpk. SURURI, S.Pd (Pengawas Sekolah)

Kegiatan Supervisi sekaligus menjadi pembina upacara hari senin

Rapat guru

Rapat Guru dan Karyawan SDN 4 Cepogo.

KEMAH KAMAJEDA

Juara I Putra Putri

pointer

PENCARIAN CEPAT

Jumat, 11 Januari 2019

BEST PRACTICE


BEST PRACTICE
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PADI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN KONSEP MATEMATIK
DI SEKOLAH DASAR

PENDAHULUAN
Kemampuan penalaran matematik sangatlah berpengaruh dengan proses pembelajaran matematika yang mereka ikuti. siswa dengan kemampuan penalaran yang baik akan mudah memahami materi matematika dan sebaliknya siswa dengan kemampuan penalaran matematika rendah akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Kesulitan penalaran matematik tersebut diantaranya dipegarungi oleh penanaman konsep pembelajaran yang kurang matang. siswa cenderung menghafal rumus dan jika diberikan soal matematik mereka tidak mampu mengaplikasikan rumus yang sudah dihafalkan dan akhirnya mereka akan beranggapan bahwa matematika itu sulit dan menjenuhkan. Untuk itu diperlukan konsep yang tepat.
Penerapan konsep pembelajaran matematik dapat dilakukan melalui  media pembelajaran efektif dan efisien. media pembelajaran yang kurang efektif dan efisien, menyebabkan tidak seimbangnya kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Untuk itu perlu di pacu melalui pembelajaran yang menarik dan tepat sasaran.
Selama ini khususnya dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar Negeri 4 Cepogo Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, kelas VI,  materi bangun ruang. Dari 24 siswa, hanya 45,8 % yang tuntas, dari KKM yang ditetukan 75, 11 siswa tuntas dan sianya 13 siswa tidak tuntas. Ketidak berhasilan disebabkan siswa kebingungan dalam menentukan luas permukaan bangun ruang dikarenakan mereka sulit memahami gambar bangun ruang yang berupa gambar dua dimensi Selain itu anak kurang  fokus pada pembelajaran karena kurangnya media pembelajaran. Anak-anak hanya menghafal rumus tanpa dilibatkan langsung dalam proses penentuan rumus tersebut. Sehingga ketika disuguhkan soal luas permukaan bangun ruang yang berupa gambar mereka tidak bisa mengerjakan karena konsep yang belum mereka kuasai.
Dalam upaya membentuk kemampuan penalaran konsep matematik siswa, seorang guru dituntut untuk mampu mengembangkan model pembelajaran yang lebih inovatif. Kedudukan media pembelajaran ada dalam komponen mengajar sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi guru-siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Dengan demikian fungsi utama dari media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar, yakni menunjang pengunaan metode mengajar yang dipergunakan guru.
Berdasarkan pengamatan, siswa dapat fokus terhadap kegiatan pembelajaran apabila guru menggunakan media pembelajaran interaktif. Hal ini pernah dipraktikan oleh peneliti saat melakukan pembelajaran (mengajar) di kelas VI, walaupun hanya dengan media power point namun peserta didik lebih antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Upaya-upaya perbaikan pendidikan yang dilakukan penulis terarah kepada pembelajaran yang efektif dan efisien menunjukkan bahwa efektifitas media pembelajaran padi, memiliki dampak yang amat positif untuk meningkatkan kemampuan penalaran konsep matematik siswa.


Selengkapnya... klik disini



Selasa, 01 Maret 2016

HASTA KARYA BAHAN BEKAS

SDN 4 CEPOGO JUARA 1 LOMBA HASTA KARYA KEMAH PENGGALANG TINGKAT KWARAN KEMBANG


Juara 1 lomba hasta karya dari bahan bekas  pada lomba LT penggalang , yang diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2015 di lapangan kecamatan kembang

BUPATI JEPARA PACU SEKOLAH AGAR RAIH "ADIWIYATA NASIONAL



BUPATI JEPARA PACU SEKOLAH AGAR RAIH "ADIWIYATA NASIONAL"


Rab, 20/01/2016 - 14:33 -- humasjtg1
http://www.jatengprov.go.id/sites/default/files/styles/article_detail/public/articles/Bupati%20Jepara%20Ahmad%20Marzuqi%20menebar%20benih%20lele%20di%20SD%204%20%20%20Kaliaman%20sebagai%20bagian%20kegiatan%20program%20adiwiyata1.jpg?itok=dz5PRo96
JEPARA - Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memacu sekolah di daerahnya, agar semakin banyak yang

meraih penghargaan Adiwiyata nasional. Hal tersebut dia sampaikan saat hadir pada acara gathering and sharing sekolah Adiwiyata nasional, di SD N 4 Kaliaman, Kecamatan Kembang, Rabu (20/1). Acara ini dihadiri para pimpinan SKPD termasuk Kepala Badan Lingkungan Hidup Fatkhurrahman, camat setempat Muchamad Syafii, Kepala UPT Dinas Dikpora Kecamatan Kembang Ali Hidayat, serta para kepala SD di wilayah tersebut.
"Tahun 2015 ada dua sekolah di Jepara yang mendapat penghargaan Adiwiyata nasional. Selain SD 4 Kaliaman, juga ada SMA N 1 Nalumsari," kata bupati. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, diserahkan di Jakarta pada 14 Desember 2015 yang lalu.
Atas prestasi ini, bupati berharap semakin banyak sekolah di Jepara yang meraih penghargaan ini. Bagi bupati Ahmad Marzuqi, yang dibidik sebenarnya bukan soal penghargaannya. Tapi jika semakin banyak sekolah mengikuti program Adiwiyata, maka perhatian terhadap lingkungan hidup semakin besar.
Bupati mengapresiasi pelaksanaan program Adiwiyata di sekolah karena sangat penting untuk menanamkam cinta lingkungan sejak dini. Anak-anak akan semakin sadar arti pentingnya kelestarian lingkungan hidup bagi manusia. Dengan demikian, pengalaman buruk berupa banyaknya penebangan hutan, diharapkan tidak lagi terulang.
Hal ini juga dia dasarkan atas lingkungan yang begitu tertata di sekitar SD 4 Kaliaman. Padahal sekolah ini berada di desa, dengan jarak sekitar 20 kilometer dari kota Jepara. Sebagai bentuk apresiasi, bupati juga menjanjikan bantuan keuangan khusus untuk Pemdes Kaliaman, yang harus dialokasikan untuk peningkatan kualitas jalan desa yang melintas di depan sekolah ini.
Sementara itu, Kepala SD N 4 Kaliaman Hadi Sutrisno mengakui program Adiwiyata di sekolahnya telah banyak merubah perilaku anak didik menjadi semakin mencintai lingkungan. Anak-anak dilibatkan dalam berbagai kegiatan penghijauan.
“Lingkungan sekolah yang rindang ini, taman-taman, serta tanaman obat dan sayuran di kebun belakang, banyak melibatkan anak-anak. Tidak hanya sejak penanaman. Mereka pula yang piket memupuk, menyiram, dan merawat,” katanya.
Sekolah juga mengelola sampah dengan baik. Anak-anak dibiasakan dalam kegiatan memilah sampah. “Sampah organik kami jadikan pupuk. Yang anorganik, sebagian kami jual. Tapi banyak yang kami manfaatkan untuk membuat barang-barang menarik. Pada pameran daur ulang sampah di pendapa beberapa waktu lalu, kami berhasil menjual 20 tas berbahan kantong plastik bekas,” lanjutnya.
Kepala BLH Jepara Fatkhurrahman mengakui hal ini. Dalam catatannya, implementasi program Adiwiyata di sekolah ini sudah dilakukan dalam berbagai kegiatan. Mulai dari pembuatan resapan sair, pengelolaan sampah, pemanfaaatan lahan pekarangan dan kebun, serta pelestarian flora dan fauna.

Senin, 27 Mei 2013

COPAS Contoh RPP IPA

Jumat, 26 April 2013

Mengintip Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 untuk SD/MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah) - Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)

Selain berisi deskripsi Kompetensi Dasar, dokumen ini berisi pula Kompetensi Inti dan Struktur Kurikulum. Dokumen ini juga memuat berbagai tema yang diintegrasikan dari Kompetensi Dasar berbagai mata pelajaran. Kompetensi Dasar dikembangkan dari Kompetensi Inti, sedangkan pengembangan Kompetensi Inti mengacu pada Struktur Kurikulum. Kompetensi Inti merupakan kompetensi yang mengikat berbagai Kompetensi Dasar ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus dimiliki peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan pembelajaran siswa aktif. Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas.

Organisasi Kompetensi, Tujuan Satuan Pendidikan, dan Struktur Kurikulum 

A. Organisasi Kompetensi 


Mata pelajaran adalah unit organisasi Kompetensi Dasar yang terkecil. Untuk kurikulum SD/MI, organisasi Kompetensi Dasar dilakukan melalui pendekatan terintegrasi. Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang mengintegrasikan konten mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas I, II, dan III ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Dengan pendekatan ini maka Struktur Kurikulum SD/MI menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran berkurang.

Di kelas IV, V, dan VI nama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial tercantum dalam Struktur Kurikulum dan memiliki Kompetensi Dasar masing–masing. Untuk proses pembelajaran, Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial, sebagaimana Kompetensi Dasar mata pelajaran lain, diintegrasikan ke dalam berbagai tema. Oleh karena itu, proses pembelajaran semua Kompetensi Dasar dari semua mata pelajaran terintegrasi dalam berbagai tema.

Substansi muatan lokal termasuk bahasa daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Sedangkan substansi muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.

B. Tujuan Satuan Pendidikan

Penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:
a. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;
b. berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
c. sehat, mandiri, dan percaya diri; dan
d. toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab.

C. Struktur Kurikulum dan Beban Belajar

1. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Struktur kurikulum adalah juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang peserta didik yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, dan beban belajar. 

Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SD/MI antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja.

Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat.

Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Struktur Kurikulum SD/MI dan Beban Belajar Menurut Kurikulum 2013
Struktur Kurikulum SD/MI dan Beban Belajar Menurut Kurikulum 2013

Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut.

2. Beban Belajar
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD/MI kelas I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar SD/MI adalah 35 menit.

Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif. Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk mengamati, menanya, mengasosiasi, dan berkomunikasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan menghendaki kesabaran guru dalam mendidik peserta didik sehingga mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan menerapkan apa yang sudah mereka pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya. Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar.

Kompetensi Inti dan Kompetensi dasar

A. Kompetensi Inti

Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi Standar Kompetensi Lulusan dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.

Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari peserta didik. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.

Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (Kompetensi Inti 1), sikap sosial (Kompetensi Inti 2), pengetahuan (Kompetensi Inti 3), dan penerapan pengetahuan (Kompetensi Inti 4). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (Kompetensi Inti 3) dan penerapan pengetahuan (Kompetensi Inti 4).

B. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresifisme atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi esensialisme dan perenialisme.

Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar SD/MI untuk setiap mata pelajaran mencakup mata pelajaran: Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.

Pada dokumen Kurikulum 2013 untuk jenjang SD/MI tercantum:
1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti
a. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
b. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
c. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
d. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
e. Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
f. Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
2. Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia
4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Matematika
5. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Alam
6. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial
7. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Seni Budaya dan Prakarya
8. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Pembelajaran Tematik Integratif

Kurikulum SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.
Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia.

Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan pemberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya.
Daftar Tema dan Alokasi Waktu Pembelajaran Tematik SD/MI Menurut Kurikulum 2013
Daftar Tema dan Alokasi Waktu Pembelajaran Tematik SD/MI Menurut Kurikulum 2013
Dari sudut pandang psikologis, peserta didik belum mampu berpikir abstrak untuk memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV, V, dan VI sudah mulai mampu berpikir abstrak. Pandangan psikologi perkembangan dan Gestalt memberi dasar yang kuat untuk integrasi Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik. Dari sudut pandang transdisciplinarity maka pengotakan konten kurikulum secara terpisah ketat tidak memberikan keuntungan bagi kemampuan berpikir selanjutnya.

Download Dokumen Kurikulum 2013 untuk Jenjang SD/MI (Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar) Versi Lengkap.

Kamis, 25 April 2013

Tujuh tokoh dunia yang berhasil bangkit dari kegagalan

1. Bill Gates

William Henry Gates III, atau yang lebih dikenal Bill Gates adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates. Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka dia dulunya DO dari Harvard dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Office Boy.


2. Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang. Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta US$, artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo sebesar 1 miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000).


3. Abraham Lincoln

Abraham Lincoln merupakan contoh klasik orang-orang yang benar-benar berani gagal.
Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun 1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembicara pada tahun 1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Akhirnya pada tahun 1860, ia dilantik sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan menjadi salah seorang presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.


4. Ludwig Van Beethoven

Ludwig Van Beethoven, jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil yang telah mempunyai 8 anak, 3 di antaranya tuli, 2 buta, 1 mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis termahsyur di dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven. Ketika Beethoven berumur di ujung 20an, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.


5. Thomas Alva Edison

Suatu hari, seorang bocah bernama Thomas Alva Edison yang berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya pun membaca kertas tersebut yang berisi, “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.
 ”Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju. Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.


6. Aristotle Onassis

Aristotle Onassis saat di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.


7. Adam Khoo

http://www.unikgaul.com
Adam Khoo adalah orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV. Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas 4 SD, ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh 6 SMP terbaik di sana. Akhirnya ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis. Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun.
Ia telah memiliki 4 bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta. Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.
 

Selasa, 23 April 2013

CARA CEK TF, TP, DAN TUNJANGAN YG LAIN DARI P2TK DIKDAS

Cara Cek Tunjangan Fungsional Guru di P2TK
cara instan klik ja gambar seperti dibawah ini yg berada di samping kanan blog, tp bila pengin lebih faham baca dulu copas dari sekolah dasar net berikut!

 




Tunjangan fungsional adalah tunjangan yang diberikan kepada guru bukan PNS. Program pemberian subsidi ini diberikan kepada guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat (yayasan).

Besarnya tunjangan fungsional adalah Rp.300.000 per bulan dan diberikan setiap 6 bulan sekali. Sumber dana untuk pembiayaan program tunjangan fungsional guru berasal dari APBN Tahun Anggaran 2013. Pemberian Tunjangan Fungsional ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Pada tahun 2013, penyaluran subsidi tunjangan fungsional bagi guru bukan PNS jenjang TK dibayarkan melalui Direktorat P2TK PAUDNI, bagi guru jenjang SD-SMP dibayarkan melalui Direktorat P2TK Dikdas, dan bagi guru jenjang SMA/SMK dibayarkan melalui Direktorat P2TK Dikmen.

Mekanisme yang digunakan untuk pelaksanaan pembayaran subsidi tunjangan fungsional tidak hanya dilakukan melalui secara manual seperti tahun lalu tetapi juga dengan sistem digital melalui Data pokok pendidikan (Dapodik).

Cara untuk mengetahui atau mengecek apakah SK Tunjangan Fungsional sudah terbit atau belum bisa dilihat di website yang beralamat di http://116.66.201.163:8000/index.php. Cara ini sama dengan cara untuk mengecek SK Tunjangan Profesi (SKTP) bagi guru yang sudah sertifikasi.

Cara Cek SK Tunjangan Fungsional
1. Kunjungi http://116.66.201.163:8000/index.php
2. Login di form INFO SK, memasukan NUPTK dan passwordnya berupa tanggal lahir (format: YYYYMMDD)


Login di INFO SK
3. Setelah klik login dan berhasil masuk akan muncul Data Guru dan status SK Tunjangan Fungsional

Status SK Tunjangan Fungsional

Kriteria guru penerima Tunjangan Fungsional adalah Guru bukan PNS yang memenuhi kewajiban melaksanakan tugas paling sedikit 24 jam tatap muka per-minggu yang dibuktikan dalam sistem Dapodik. Guru dalam jabatan yang berkualiafikasi minimal S-1/D-IV. Memiliki NUPTK dan belum mendapat tunjangan profesi. Untuk Buku panduan pelaksanaan pemberian subsidi tunjangan fungsional bagi guru bukan PNS bisa diunduh di sini.

Minggu, 07 April 2013

MTK. MENCARI JARAK, KECEPATAN, DAN WAKTU . (berpapasan, menyusul)

1. Cara Mencari Waktu Bertemu / Berpapasan



Sedikit tambahan ilmu bagi yang lupa bahkan belum tahu hehe, kalau yang sudah tahu atau mungkin bagi yang dah lihai menganggap soal ini sepele, maka jangan diteruskan membacanya sampai selesai, karena mungkin akan melelahkan mata anda. pada postingan kali ini akan mambahas Soal MTK yang muncul dalam UN Tahun 2012 kemarin, lebih khususnya nomor 18. Oke langsung saja tanpa basa-basi (Ayo kemon....!!!)

         Penerapan perhitungan saling berpapasan/bertemu dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun cukup jarang digunakan karena biasanya orang jarang mau menghitung hal tersebut. katanya sih irit otak biar tidak cepet abis hehehehehe…………

Saling berpapasan/bertemu ini dapat dirumuskan seperti ini: 

Dimana :


t              = Waktu yang dihitung saat keberangkatan sampai saat berpapasan


s              = Jarak antara A dan B (Saat pertama kali sebelum kedua pihak berangkat)


v  total     = Kecepatan total (yang diakumulasikan dari kecepatan A dan B) 


Contoh:
         Jarak kota A-B 275 Km. Rangga naik mobil dari kota A menuju kota B berangkat pukul 07.05 dengan kecepatan rata-rata 52 km/jam. pada waktu bersamaan Bimo naik mobil dari kota B menuju kota A dengan kecepatan rata-rata 58 km/jam. jika melalui jalan yang sama dan semua lancar, pada pukul berapakah mereka akan berpapasan  ?

Jawaban :

Diketahui :   Jarak (s) kota A ke kota B  =  275 km                  

                   Berangkat bersama pukul 07.05                 
                   Rangga berangkat dari kota A ke kota B :  v = 52 km/jam                  
                   Bima berangkat dari kota B ke kota A :  v = 58 km/jam 

Ditanya : Pukul berapa mereka papasan ? 
Jawab :

Langkah pertama adalah kita hitung dulu kecepatan total A dan B 

Maka : kecepatan total    =  Kecepata Rangga + Kecepatan Bima                                 
                                     =   52 km/jam  +  58 km/jam                                  
                                     =  110 km/jam 
Kita masukan ke dalam rumus :  t = s : v
Sehingga t =  275 km : 110 km/jam
                =  2,5 jam 
sehingga mereka akan bertemu setelah 2,5 jam berangkat.
maka diperoleh 07.05 + 2.30  = pukul 09.35 mereka akan bertemu.
Jawaban : A
semoga bermanfaat.... 

2.Waktu Menyusul


berikut contohnya 

contoh 1. 

    Dani bersepeda motor menuju kota kudus dengan kecepatan 50 km/jam. Sejauh 8 km dibelakangnya,
    Satrio dengan mengendarai sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 80 km/jam. Satrio akan   
    menyusul Dani dalam waktu ....     (soal us utama mtk 2013)


    diketahui :
            V Dani     =  50 km/jam
            V Satrio    =  80 km/jam
            S (Dani dan Satrio) = 8 km
    ditanya : waktu menyusul (t)= .....menit

    jawab :
    tahap pertama mencari selisih kecepatan terlebih dulu, sehingga :
       V (selisih) = V Satrio - V Dani 
                         = 80 km/jam - 50 km/jam
                         = 30 km/jam
    maka waktu menyusul (t)= S : V 
                                              = 8 km : 30 km/jam
                                              = 4/15 jam
   diubah ke menit. 1 jam = 60 menit 
   jadi waktu yang diperlukan untuk menyusul adalah 4/15  x 60 = 16 menit

abdul latif. Diberdayakan oleh Blogger.